CIANJUR - Apa yang dilakukan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman memang luar biasa, ia sengaja memesan pekerja seks komersial yang biasa mangkal di kawasan Puncak, Cipanas, Cianjur.

Sindikat trafficking dan germo cantik di Cianjur. (Pojoksatu.id)
Tapi tunggu dulu, hal itu dilakukan Herman bukan untuk mencari kenikmatan jasa esek-esek, melainkan agar bisa mengetahui langsung keberadaan para PSK tersebut.
Herman sendiri sengaja menyamar menjadi konsumen PSK di bawah umur agar dapat mengungkap jaringan dan kegiatan prostitusi di wilayahnya itu.
Alhasil, Herman pun berhasil mendapatkan tujuh PSK yang sebagian diantaranya masih di bawah umur.

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman (bertopi) sengaja menyamar sebagai pemesan PSK di bawah umur di Puncak Cipanas. (pojokjabar)
Penyamaran itu dilakukan Herman pada Kamis (14/9) dini hari kemarin.
Dengan mengenakan pakaian biasa, topi dan syal putih yang menutup sebagian wajahnya, Herman pun berhasil mengorek banyak informasi dari PSK maupun para germonya.
Herman mengatakan, dengan melakukan pengamatan langsung, dirinya ingin mengetahui langsung praktik prostitusi di Cianjur, khususnya di Cipanas dan sekitarnya.

Sindikat trafficking dan germo cantik penyedia seks turis Timur Tengah di Kota Bunga, Puncak, Cianjur. (pojoksatu.id)
“Meskipun sebelumnya sudah dirazia, ternyata masih banyak PSK. Parahnya, ada anak yang masih di bawah umur, antara 16 tahunan. Mereka putus sekolah dan memilih menjadi PSK,” terangnya seperti dimuat pojoksatu.id.
Selain tujuh perempuan tersebut, 20 perempuan lainnya juga ikut terjaring oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur dan turut diamankan untuk mendapatkan pembinaan.
Untuk mengungkap praktik protisusi di bawah umur di kawasan Puncak Cipanas itu, Herman mengaku mengeluarkan sejumlah uang agar niatnya terpenuhi.
Setelah melakukan penelusuran dan menyamar, Herman mendapati jasa pelampiasan syahwat PSK di kawasan Puncak Cipanas dipatok mulai Rp300 ribu untuk layanan short time.

Sindikat trafficking dan germo cantik penyedia seks turis Timur Tengah di Kota Bunga, Puncak, Cianjur. (pojoksatu.id)
“Jadi hanya sekali keluar, biaya Rp300 ribu dan sebagian untuk mucikarinya,” jelasnya.
Selain tujuh perempuan tersebut, 20 perempuan lainnya juga ikut terjaring oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur dan turut diamankan untuk mendapatkan pembinaan.
“Jika terbukti mereka memang benar PSK, kami kirim ke Sukabumi untuk diberikan pembinaan supaya ada perubahan,” jelasnya. (Riausky)

